Witing Tresno Mergo Kulino - Cerita Menikah Tanpa Cinta 3

Witing Tresno Mergo Kulino - Cerita Menikah Tanpa Cinta 3

Hubungan Tania dan Dido makin erat. Mereka sudah berani bercanda mengarah ke hubungan selayaknya suami istri. Namun ketika ingat akan perjanjian dulu sebelum menikah keduanya sok jaim. Tiap pagi keduanya kadang bercanda saat masing masing mandi, eh Tan, jangan lama lama pakai shower nya, air mahal, seloroh Dido sambil ketuk ketuk pintu. Tania ketawa karena tahu maksud Dido. Begitupun saat Dido mandi, Tania tak ketinggalan godain Dido, eh Do kalau madi buruan, jangan ngeremesin sabun, tangganmu dah gede sebelah, hahaha.

Momen momen kecil pun sebenarnya membuat mereka seperti saling peduli dan membutuhkan. Saat Tania terlelap tidur, Dido yang menyelimuti begitu puun sebaliknya. Akan tetapi kalau ingin berbuat nakal keduanya masih takut karena ingat perjanjian dulu. Namun disuatu momen yang tak terduga saat mereka bercanda, Tania kepleset dan mencium Dido, itupun pas bibirnya. Bukannya ditarik, keduanya malah melanjutkan bermain lidah, namun akhirnya keduanya tersadar dan setelahnya pada diam. Mereka bungung mau berkata apa, minta maaf pun jadi aneh karen itu hal biasa kalau suami istri.

Beberapa hari setelah kejadian itu, keduanya nampak seperti biasanya. Walaupun memang momen tersebut sepertinya sulit dilupakan oleh keduanya, terutama bagi Tania. Rupanya Tania ingin sekali mengulangi lagi momen tersebut. Do, boleh tidak kita lakukan lagi seperti waktu itu? tanya Tania. Dido kaget, dan tersenyum pada Tania. boleh saja, kamu kan statusnya masih Istriku. Tiba tiba Tania mendekat dan Dido menyambutnya. Permainan makin panas dan Dido makin berani hingga akhirnya mereka berdua tak sadar sudah melanggar perjanjian masing masing. Setelah selesai, akhirnya mereka sadar dan malah tertawa dan lanjut ronde berikutnya.

Kehidupan Tania dan Dido setelah itu balik lagi seperti biasanya. Keduanya masih menyangkal kalau mereka saling perhatian dan membutkan. Keduanya beranggapan apa yang sudah dilakukan cuman buat senang senang saja. Suatu hari Dido harus keluar kota untuk melakukan perjalanan bisnis bertemu dengan rekanan dari perusahaan lain. Dalam perjalanan itu tidak disangka Dido ketemu lagi dengan Dita.

Tania tahu Dido melakukan perjalanan bisnis ke kota yang banyak tempat wisatanya. Karena ingin memberikan kejutan ke Dido dan mengajaknya jalan jalan, Tania diam diam menyusul Dido. Sesampainya di hotel tempat menginap Dido, Tania melihat Dido lagi bersama Dita. Keduanya sangat dekat, dan pada saat itu juga Tania melihat Dido dipeluk oleh Dita.

Tania merasa sakit hati, kemudian lari meninggalkan tempat tersebut. Rupanya Dido tahu kalau Tania melihat semuanya, dalam kebingungan harus memilih yang mana, Dido memutuskan untuk mengejar Tania. Sayangnya Tania menghilang tak terkejar. Dido bingung harus mencari kemana. Entah kenapa pada saat itu Dido merasakan perasaan yang dulu pernah singgah, perasaan takut kehilangan seseorang. Akhirnya Dido menyadari kalau selama ini dia sudah jatuh cinta ke Tania.

Beberapa saat kemudian ponsel Dido ada panggilan. Diso sangat senang, karena panggilan masuk itu datang dari Tania, namun yang diharapkan tidak sesuai kenyataan. Ternyata panggilan itu datang dari rumah sakit yang mengabarkan kalau Tania kecelakaan. Dido sangat khawatir dan langsung menuju rumah sakit. Beruntung luka Tania tidak parah hanya beberapa lecet dan pingsan karena kaget saja. Dido lega, namun saat Tania sadar ternyata masalah belum selesai.

Tania yang melihat Dido memalingkan wajahnya. Ngapain kamu disini, tidak pergi dengan dia saja. Dia siapa? Dita?. Siapa lagi, emang masih ada yang lain?, jawab Tania ketus. Bentar bentar, kok bahas Dita, kamu cemburu Tan?, ejek Dido. Tidak lah, terserah sana mau ngapain, saya juga bukan siapa siapa. Loh kamu lupa kalau kamu itu istriku?, jawab Dido.

Iya, istri pura pura, ditinggal dirumah buat senang senang sama mantan tercinta. Hihihi, yee siapa yang senang ketemu dia, nyesek iya. Nah kan, masih diingat ingat sampai sekarang, kata Dita masih kesal. Bentar dengerin dulu, aku memang nyesek ketemu dia, bukan karena pingin balikan atau apapun. Dita cerita kalau dis di selingkuihin, dan ingin balik ke aku. Nak kan, ketahuan, pergi sana, kata Tania makin kesal.

Tan, aku nyesek itu karena dia memintaku balikan. Dia tahu kalau aku sudah punya istri, berarti dia memintaku untuk selingkuh. Akupun tahu bagaimana rasanya diselingkuhin, mana mungkin aku bisa lakukan. Dan itu berarti dia sampai sekarang belum bisa menghargai perasaan orang lain. Orang seperti itu mana mungkin saya terima. Apalagi aku sudah mencintai orang lain.

Deg, Tania mendengar jawaban Dido, bukan soal hubungannya dengan Dita namun soal dia sudah mencintau orang lain. Sakit hati Tania mendengar cerita tersebut dan tanpa sadar dia menitihkan air mata. Tania seperti hilang harapan ke Dido, karena tahu bagaimana sifat Dido kalau sudah mencintai seseorang. Melihat perlakuan Dido selama ini ke dirinya, Tania yakin bukan dia orangnya.

Dido akhirnya mendekati Tania dan tahu kalau dia sedang menangis. Kenapa kok nangis? ada yang sakit?, tanya Dido. Tidak, tidak ada apa apa, sudah lupakan saja, soal tadi aku minta maaf kalau bikin perjalanan bisnismu kacau. Entar kalau dah baikan aku langsung pulang saja. Lha kok gitu, memangnya kok sampai sini mau ngapain. Oh, disini kan banyak tempat wisata dan kuliner, maunya ngajak jalan jalan kamu setelah kerjaan selesai, eh malah lihat pemandangan indah disana.

Yeee, masih saja cemburu, kan sudah dibilang aku tidak ada apa apa lagi dengan Dita. Siapa juga yang cemburu, itu hak kamu memilih kok, jawab Tania dengan nada agak meninggi. Sudah sudah, tidak usah dibahas lagi, disini sudah pesan hotel? tanya Dido. Belum, emang kenapa? tanya Tania. Ya sudah kalau belum, kekamarku saja, lumayan luas kok tempat tidurnya. Beneran? entar ada yang cemburu. Biarin saja kalau cemburu, resiko orang ganteng. Yeee, kata Tania. Tania sepertinya sudah mereda emosinya apalagi boleh menginap di kamar Dido.

Malamnya Tania dan Dido seperti biasa saling bercanda. Akhirnya Tania menemukan momen tertentu untuk mengungkapkan semua perasaannya ke Dido. Didopun senang ternyata Tania memiliki perasaan yang sama dengan dirinya. Namun memang Dido menahan perasaanya, ada alasan tertentu untuk tidak mengungkapkannya. Malam itu Tania ingin mendapatkan momen terbaik sebelum Dido meninggalkannya. Dia benar benar tulus melayani Dido sebagai istri malam itu.

Hari ini, Tania kelihatan lesu, dia merasa sepi dan bakal kehilangan Dido. Sesampai dirumah, dia dikejutkan oleh seluruh anggota keluarga keluarganya dan keluarga Dido. Dia tersadar kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya, dan ternyata semua sudah dipersiapkan Dido di bantu keluarganya. Tania sangat senang, Dido pun memeluknya sambil berbisik ketelinganya, kamu tahu siapa yang aku cintai, kamu, sambil mencium bibir Tania. Tania membalasnya, matanya berkaca kaca terharu seperti mengucapkan terima kasih suamiku tercinta.

Witing Tresno Mergo Kulino - Cerita Menikah Tanpa Cinta 3 Komentar