Cerita Persahabatan Lolipop Ajeng

Ajeng kembali menatap lollipop yang sudah hancur berkeping-keping itu. Rasanya sedih tak karuan. Ia membayangkan,betapa sedihnya Lolita ketika melihat lollipop yang diberikan kepadanya itu hancur. Ini semua karena dia! Ayo Ajeng,balaskan dendam kepadanya! Pikiran buruk Ajeng melayang diotaknya. Namun,sebuah pikiran baik datang mengunjunginya. Sudahlah Ajeng,jangan dipikirkan lagi. Lolita pasti juga mengerti,walau menurutnya itu adalah satu-satunya pemberiannya.

Sayangnya, Ajeng justru mengikuti pikiran buruk yang sudah menjelma otaknya itu. Ajeng tidak akan tahu,apa yang terjadi jika Ia mengikuti pikiran buruk itu. Ajeng merapikan kepingan lollipop simpanannya itu,lalu mengantunginya kedalam saku cokelat tua di jaketnya. Lalu Ia berjalan menuju rumahnya.

Lolipop pemberian sahabat lamanya, Lolita itu hancur karena seorang anak bernama Karen saat berlari-lari kencang tanpa memperhatikan langkahnya. Karen menabrak Ajeng, sehingga lollipop yang dipegangnya pun jatuh dan hancur.

Sesampainya dirumah, Ajeng segera mengadu kepada ibunya. Ibu, isaknya sambil duduk dipangkuan Ibunya yang sedang membaca Koran. Ada apa sayang? Tanya Ibu Ajeng dengan lembut. Lolipop yang diberi Lolita itu hancur karena Karen! Hua! Tangis Ajeng.

Ibu Ajeng segera melipat korannya dan mengelus rambut Ajeng. Cup cup cup. Nggak apa-apa kok sayang. Pasti Lolita juga mengerti, kamu sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjaganya. Jangan menangis ya? Nanti kalau Ajeng sudah tidak menangis, Ibu ajak ke toko lollipop. Oke? tanya Ibu Ajeng.

Ajeng menggeleng. Lolipop pemberian Lolita itu berbeda bu,dibandingkan yang lainnya. Lolipop itu dari merek luar negeri! Kapan lagi Ajeng bisa mendapatkan lollipop dari luar negeri? Ajeng kembali menangis.

Ya sudah. Kalau lollipop saja bisa membahagiakan Ajeng, berarti kalau Ajeng bertemu Lolita,bisa lebih bahagia dong? tanya Ibu Ajeng.

Ajeng membuka matanya lebih besar. Ia terkejut. Maksud Ibu,Ajeng disuruh bertemu Lolita,bu? Tanyanya lagi. Ibu Ajeng mengangguk. Ajeng langsung berdiri dan menjauh dari pangkuan ibunya. Tidak bu! Lolita akan marah jika tahu lollipop pemberiannya hancur!, serunya.

Ibu Ajeng tersenyum. Ia menarik tangan Ajeng dan memangkunya. Tidak akan,Ajeng. Lolita pasti akan mengerti. Ibu percaya kok, kalau Ia bisa mengerti. Lolita kan,dari dulu sahabat Ajeng. Jadi, tidak mungkin kan,kalau dia marah pada Ajeng walau lolipopnya hancur? nasihat Ibu Ajeng.

Ajeng merenung sebentar. Tak lama,Ia mengangguk. I..Itu benar sih,bu Jawabnya kemudian. Senyum Ibu Ajeng semakin mengembang. Baiklah,kalau begitu. Kalau Ajeng,sudah siap bertemu Lolita,Ibu akan ajak Ajeng untuk pergi kerumah Lolita. Setuju? Usul Ibu Ajeng. Ajeng mengangguk mantap. Ia tersenyum senang.

Hari yang dinantikan tiba. Ajeng bersiap-siap untuk pergi kerumah Lolita. Tak disangka,Ibu Ajeng bisa membujuknya. Ajeng dan Ibu Ajeng pergi kerumah Lolita naik taksi. Sesampainya disana,Ajeng menekan tombol bel didekat pagar rumah Lolita. Ting Tong! Tak lama,keluarlah seorang anak kecil cantik yang seusia dengan Ajeng.

Ooh. Maaf,dengan siapa ya? tanya gadis itu. 12312! Ajeng mengucapkan kode yang dibuatnya bersama Lolita ketika Ia masih satu sekolah dengan Lolita. Ajeng! Apa kabar! Lolita segera memeluk Ajeng tanpa ragu. Ajeng membalas pelukan Lolita dengan hangat. Aku baik-baik saja kok. Bagaimana denganmu?Tanya Ajeng setelah lepas dari pelukannya.

Aku juga baik. Silahkan masuk,Ajeng,tante! Lolita mempersilahkan masuk. Mereka segera masuk kerumah Lolita yang besar dan nyaman. Setelah lama berbasa-basi,Ajeng akhirnya jujur dengan peristiwa beberapa hari yang lalu. Setelah mendengarnya,Lolita tersenyum. Tidak apa-apa kok. Itu kan bisa dibeli lagi. Tapi,persahabatan kita jangan sampai hancur,ya! Kata Lolita riang sembari merangkul Ajeng. Ajeng tersenyum senang.

Blogger Sragen

hanayrap[at]yahoo.com

Cerita Persahabatan Lolipop Ajeng Komentar